Reporter: Imran Alwi. Fuad
FAKFAK, PAPUA BARAT, PUKANEWS — Semangat toleransi dan kebersamaan lintas umat beragama kembali tercermin dalam Lomba Pondok Hias Natal 2025 yang digelar masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kegiatan ini mengusung tema Menjaga Silaturahmi dan Nilai-Nilai Toleransi Umat Beragama berlandaskan filosofi lokal Satu Tungku Tiga Batu.
Berbagai miniatur pondok Natal ditampilkan dengan sentuhan budaya lokal, ornamen alam, serta simbol-simbol persaudaraan antarumat beragama. Filosofi Satu Tungku Tiga Batu yang merepresentasikan kehidupan harmonis antara umat Islam, Kristen, dan Katolik menjadi pesan utama dalam setiap karya peserta lomba.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari anggota DPR Provinsi Papua Barat jalur Otonomi Khusus (Otsus), Badarudin Heremba, sebagai bentuk komitmen memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Fakfak.
Menariknya, dewan juri lomba berasal dari lintas iman dan latar belakang, yakni Drs. H. Ust. Mustaghfirin, M.Si, Ust. Feby Triantoro Zarkasi, SH, MH, Ust. Mukamil Fakoubun dari unsur Islam, Frater Lorensius P.K. Wata, Sp.F., IC dari Katolik, serta Pdt. Maryo Clief, M.Th. dari Protestan. Kehadiran juri lintas agama ini menjadi simbol nyata toleransi yang hidup di tengah masyarakat Fakfak.
Ketua Panitia Lomba, Soleman Difinubun yang akrab disapa Emang, mengatakan bahwa lomba pondok hias ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan ruang untuk mempererat hubungan sosial antarumat beragama.
“Kegiatan ini kami gagas sebagai ruang kebersamaan. Perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling menghormati dan bekerja sama menjaga persaudaraan di tanah Fakfak,” ujar Emang kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa (30/12/2025) malam.
Menurut Emang, filosofi Satu Tungku Tiga Batu merupakan warisan leluhur yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda agar Fakfak tetap menjadi daerah yang damai dan harmonis.
“Kami berharap kegiatan ini menanamkan nilai persaudaraan sejak dini, sehingga Fakfak tetap menjadi contoh daerah yang rukun dalam keberagaman,” katanya.
Ia menambahkan, perayaan Natal di Fakfak tidak hanya menjadi milik umat Kristiani, tetapi juga momentum kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Inilah wajah toleransi yang sesungguhnya di Fakfak,” ujarnya.
Dalam lomba tersebut, dewan juri menetapkan para pemenang sebagai berikut:
• Juara I: RT 06 Kawasan
• Juara II: Gereja Eden Wagom
• Juara III: Gereja GKI Laharoi
• Harapan I: RT 02 Sungai
• Harapan II: Gereja St. Yosep
• Harapan III: Kelurahan Teniwut













