Reporter: Imran Alwi. Fuad
FAKFAK, PAPUA BARAT, PUKANEWS.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-125 Kota Fakfak yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH. Ma’ruf Amin, Jalan Dr. Salasa Namudat, Minggu (16/11/2025), berlangsung meriah. Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan rangkaian acara sekaligus kehadiran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang datang membawa lima program strategis sebagai “kado pembangunan” untuk Kabupaten Fakfak.
Upacara ini turut dihadiri Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere mewakili Gubernur Papua Barat, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik, Wakil Bupati Kaimana Izzak Waryensi, unsur Forkopimda, para raja, tokoh adat, tokoh perempuan, pimpinan DPRK Fakfak, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pesan Khusus dari Presiden Prabowo
Dalam sambutannya, Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum bertolak ke Fakfak. Presiden, kata Bahlil, menyampaikan salam hormat serta ucapan selamat ulang tahun ke-125 untuk seluruh masyarakat Fakfak.
PLN Fakfak Resmi Naik Status Menjadi Cabang
Bahlil kemudian membuka pengumumannya dengan kabar yang menjadi sorotan utama masyarakat: status PLN Fakfak resmi naik menjadi cabang.
“Mulai hari ini status PLN Fakfak naik menjadi cabang,” tegasnya disambut riuh tepuk tangan warga.
Dengan peningkatan status ini, cakupan pelayanan PLN Fakfak kini diperluas hingga ke wilayah Kaimana dan Bintuni. Namun Bahlil menegaskan bahwa peningkatan status harus diiringi perbaikan kualitas layanan, terutama soal pemadaman listrik yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Pembangunan PLTG 20 MW untuk Atasi Krisis Listrik
Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur energi, pemerintah menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 20 megawatt.
“Jika 20 megawatt ini beroperasi, semua kampung, distrik, dan desa harus bisa menikmati listrik penuh. Tidak boleh lagi hanya 12 jam,” tegasnya.
Menurutnya, ketidakseimbangan antara kapasitas pembangkit dan tingginya permintaan menjadi penyebab utama ketidakstabilan pasokan listrik di Fakfak dalam beberapa tahun terakhir.
Bandara Fakfak Mulai Dikembangkan Tahun 2026
Di sektor transportasi udara, Bahlil juga mengumumkan bahwa pengembangan Bandara Fakfak akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Peningkatan kapasitas bandara diperlukan agar pesawat berbadan lebih besar dapat mendarat, sekaligus membuka akses ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Bandara harus menjadi pintu yang membuka Fakfak kepada dunia luar, termasuk untuk investasi,” ucapnya.
Pembangunan Ruas Jalan Strategis
Selain itu, pemerintah pusat berkomitmen untuk mempercepat pembangunan sejumlah ruas jalan strategis di Fakfak—terutama di kawasan-kawasan yang selama ini sulit dijangkau. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah dan pemerataan pembangunan.
Kawasan Industri Hilirisasi Mulai Dibangun 2026
Program berikutnya adalah pembangunan kawasan industri hilirisasi, yang direncanakan mulai berjalan pada 2026. Fokus utamanya berada pada sektor perikanan dan pertanian, dua komoditas unggulan Fakfak.
“Jangan terus menjual bahan mentah. Kita bangun industri agar memberikan nilai tambah dan kembali kepada masyarakat Fakfak,” ujar Bahlil.
Pabrik Pupuk Kembali Dibahas untuk Dibangun di Fakfak
Menteri Bahlil juga mengungkapkan bahwa rencana pembangunan pabrik pupuk, yang sebelumnya direncanakan dibangun di luar Fakfak, kini kembali dibahas bersama DPR dan pemerintah daerah untuk dikembalikan ke Fakfak.
Pembangunan SDM Menjadi Prioritas Utama
Menutup sambutannya, Bahlil menyebut Fakfak sebagai kota perjuangan yang melahirkan banyak tokoh nasional. Karena itu, ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) daerah menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“Tugas kita sekarang memastikan generasi muda Fakfak tumbuh menjadi orang pintar dan berani,” ungkapnya.
Momentum Penting Menuju Fakfak Modern
Peringatan HUT ke-125 Kota Fakfak tahun ini bukan hanya menjadi seremoni perayaan, tetapi juga momen penting yang menandai kuatnya komitmen pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan daerah. Lima program besar yang dibawa Menteri Bahlil diharapkan menjadi fondasi awal menuju Fakfak yang lebih modern, berdaya saing, dan siap menyongsong era hilirisasi nasional. (*)













