OKI, PUKANEWS – Dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali tercoreng oleh kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Salah satu sekolah yang terlibat adalah SDN 3 Muara Burnai, yang kedapatan menggelapkan dana dengan modus menggunakan bukti belanja fiktif.
Fakta Penipuan Bukti Belanja
Hasil investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan bahwa bukti foto belanja yang digunakan untuk laporan adalah hasil unduhan dari internet, bukan dokumentasi asli. Nota dan struk belanja pun dipalsukan demi menutupi transaksi yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Kepala Sekolah dan Bendahara BOS mengakui bahwa dokumen tersebut sengaja disusun untuk menyamarkan pengeluaran yang tidak sesuai anggaran dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
Manipulasi Dana Perjalanan Dinas
Selain belanja fiktif, laporan perjalanan dinas juga dimanipulasi. Dana harian untuk perjalanan yang berlangsung kurang dari delapan jam tetap dicairkan, padahal menurut Perpres Nomor 33 Tahun 2020 syarat pencairan harus memenuhi durasi minimal delapan jam.
Pengakuan dan Pengembalian Dana
Para Kepala Sekolah, Bendahara BOS, dan pelaku perjalanan dinas telah mengakui perbuatannya dan berjanji mengembalikan dana kelebihan belanja. Seluruh dana sebesar Rp254.187.100 telah disetorkan kembali ke kas daerah.
Implikasi dan Kekhawatiran Publik
Kasus ini memunculkan kekhawatiran bahwa praktik manipulasi anggaran terjadi lebih luas di OKI. Aktivis antikorupsi menilai pengembalian dana tidak cukup dan menegaskan ini adalah korupsi sistematis yang merusak integritas pendidikan.
Tamparan Keras bagi Dunia Pendidikan
Kasus ini menjadi peringatan bagi dunia pendidikan di OKI mengenai lemahnya pengawasan internal dan perlunya penegakan hukum lebih tegas agar penyalahgunaan dana BOS tidak terulang, demi menjaga kualitas pendidikan dan kepercayaan masyarakat.Waalaikum salam
Saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp ketua K3S mengatakan terkait berita diatas hasil temuan BPK Provinsi. Sudah di tindaklanjuti dan kedua kepsek sudah kembalikan dana ke kas negara dan sudah dilakukan pembinaan khusus dari inspektorat supaya kedepan lebih baik.
(tim)













