PUKANEWS.COM, OKI — Setelah menunggu sejak 2018, warga Dusun Senasi, Desa Kayu Labu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), segera mendapat harapan baru untuk menikmati aliran listrik. Pemerintah Kabupaten OKI memastikan pemasangan jaringan listrik sepanjang lima kilometer telah dijadwalkan pada pekan keempat Oktober 2026, dengan target listrik mulai menyala pada akhir tahun ini.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan, pemasangan jaringan listrik di Dusun Senasi menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama bertahun-tahun belum terpenuhi. Meski tiang listrik telah berdiri sejak beberapa tahun lalu, warga belum dapat menikmati layanan listrik karena jaringan belum tersambung.
“Alhamdulillah, kita sudah mendapatkan jadwal. Tiang listrik sepanjang lima kilometer sudah terpasang dan insya Allah pada minggu keempat Oktober ini jaringan listriknya mulai dipasang. Harapannya, akhir November atau Desember masyarakat sudah bisa menikmati listrik,” kata Muchendi saat mengunjungi Dusun Senasi. Jumat,(23/10/2026).
Menurut Muchendi, persoalan akses listrik di sejumlah wilayah OKI tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Sebagian jaringan harus melewati kawasan hutan yang dilindungi sehingga memerlukan koordinasi dan perizinan lintas instansi.
Untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKI telah berkoordinasi dengan anggota DPR RI Dewi Yustisiana yang bertugas di Komisi XII serta Kementerian Kehutanan. Dukungan kedua pihak diperlukan agar pembangunan jaringan listrik dapat menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani.
Muchendi meminta masyarakat turut mengawal proses pemasangan jaringan hingga listrik benar-benar menyala di rumah warga. Ia juga berupaya memperjuangkan bantuan pemasangan meteran listrik bagi warga yang memenuhi kriteria administrasi dan ketentuan penerima bantuan.
“Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan atau terpinggirkan. Fasilitas dasar seperti listrik dan jalan yang layak harus terus kita perjuangkan agar masyarakat di sini juga bisa merasakan pembangunan,” ujar Muchendi.
Bagi warga, rencana penyambungan listrik menjadi penantian panjang yang mulai menemukan titik terang. Selama hampir delapan tahun, keberadaan tiang listrik belum cukup untuk menghadirkan penerangan di rumah-rumah mereka.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur akhirnya ada kepastian listrik akan masuk ke dusun kami. Sejak 2018 kami menunggu, dan selama ini belum bisa menikmati listrik. Kami berharap pemasangannya berjalan lancar sehingga akhir tahun nanti rumah-rumah kami sudah terang dan anak-anak bisa belajar lebih nyaman pada malam hari,” ujar Ibu Nimah (43) warga Dusun Senasi, Desa Kayu Labu.
Penyambungan jaringan listrik tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan aktivitas ekonomi masyarakat Dusun Senasi. Pemerintah daerah pun diharapkan terus mengawal pelaksanaannya agar rencana yang telah dijadwalkan dapat terealisasi sesuai target.
Artini
