PUKANEWS, FAKFAK, PAPUA BARAT — Menjelang pelaksanaan Kongres III Asosiasi Futsal Kabupaten Fakfak (AFKAB Fakfak) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, dinamika bursa calon ketua kian menghangat. Salah satu nama yang mencuat adalah Fajar Suryana, yang menyatakan kesiapan maju dengan membawa visi pembaruan bagi futsal di Fakfak.
Fajar ketika dikonfirmasi media ini, dia menegaskan, keputusannya untuk maju bukan semata-mata meramaikan kontestasi, melainkan dilandasi tanggung jawab moral terhadap perkembangan futsal daerah yang telah lama ia geluti. Ia menilai, futsal Fakfak membutuhkan arah baru yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi.
Salah satu fokus utama yang diusung Fajar adalah pembinaan usia dini. Menurutnya, masa depan futsal Fakfak sangat ditentukan oleh keseriusan dalam menyiapkan regenerasi atlet sejak awal melalui sistem pencarian dan pengembangan bakat yang terencana.
“Regenerasi adalah kunci. Kita harus menyiapkan pemain muda dari sekarang agar futsal Fakfak memiliki fondasi yang kuat untuk jangka panjang,” ujar Fajar, Senin (23/2/2026) dini hari.
Selain pembinaan atlet, Fajar juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelatih dan wasit.
Ia berkomitmen mendorong pelatih lokal mengikuti pelatihan berjenjang hingga memiliki lisensi resmi, serta memastikan perangkat pertandingan memiliki sertifikasi yang memadai.
“Kualitas pelatih dan wasit sangat menentukan mutu kompetisi. Jika ingin futsal Fakfak maju, semua lini harus dibenahi secara profesional,” tegasnya.
Dalam programnya, Fajar juga berencana menyelenggarakan kompetisi futsal yang rutin dan kompetitif. Ia meyakini, tanpa agenda kompetisi yang konsisten, kemampuan atlet sulit berkembang secara maksimal.
Di sisi organisasi, Fajar menekankan pentingnya tata kelola AFKAB yang transparan, profesional, dan mandiri, termasuk dalam hal pendanaan. Ia ingin organisasi tidak bergantung pada satu pihak, sehingga mampu bergerak lebih fleksibel dan progresif.
Visi jangka panjang Fajar adalah membawa tim futsal Fakfak tampil di level provinsi hingga nasional, bahkan membuka peluang bagi atlet lokal untuk menembus panggung internasional.
Ia berharap, kejayaan futsal Fakfak sebagai salah satu kekuatan di Indonesia Timur dapat kembali terwujud.
“Kita ingin futsal Fakfak kembali disegani. Bukan sekadar ikut bertanding, tetapi mampu bersaing dan meraih prestasi,” ujarnya.
Di atas seluruh strategi tersebut, Fajar menekankan nilai kekeluargaan dan sportivitas sebagai fondasi organisasi. Ia ingin membangun suasana yang solid dan inklusif, dengan melibatkan seluruh elemen futsal baik itu pemain, pelatih, ofisial, hingga suporter.
Kongres III AFKAB Fakfak nantinya akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah baru futsal daerah. Dengan berbagai gagasan dan visi yang ditawarkan, Fajar Suryana optimistis mampu membawa perubahan dan membuka lembaran baru bagi futsal Fakfak ke depan. (*)
Reporter: Imran Alwi. Fuad
