PUKANEWS.COM, OGAN ILIR – Personel TNI dari Babinsa Koramil 402-07/Indralaya bersama Brigif 8/Garuda Cakti bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (18/10/2026). Dari sekitar dua hektare lahan yang terbakar, petugas berhasil memadamkan api pada area seluas kurang lebih satu hektare.
Pemadaman dimulai sekitar pukul 12.28 WIB. Lahan yang terbakar ditumbuhi semak belukar, ilalang, purun, dan semiblidang, dengan kondisi tanah mineral.
Personel gabungan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api dan mengantisipasi meluasnya kebakaran ke area sekitar.
Danramil 402-07/Indralaya, Lettu Kav Adam, menegaskan bahwa kecepatan penanganan dan sinergi personel di lapangan menjadi faktor penting dalam mengendalikan karhutla.
“Personel Babinsa bersama personel Brigif 8/Garuda Cakti bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran. Kami terus berupaya memastikan api benar-benar padam dan mengantisipasi munculnya kembali titik api,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas serta membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dalam penanganan tersebut, empat personel Babinsa yang terlibat yakni Serma Arman, Serka Sailani, Serda Abib, dan Koptu Dedi M. Mereka dibantu 10 personel Brigif 8/Garuda Cakti.
Berkat kerja sama personel gabungan, kegiatan pemadaman selesai sekitar pukul 13.20 WIB. Meski api dilaporkan telah padam, sisa asap masih terlihat sehingga pendinginan dan pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Penanganan karhutla ini merupakan bagian dari upaya TNI melalui jajaran Kodim 0402/OKI-OI dalam membantu mengatasi kebakaran lahan, menjaga kelestarian lingkungan, serta meminimalkan dampak kebakaran bagi masyarakat.
Sinergi antara Babinsa dan personel Brigif 8/Garuda Cakti diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan.
Red














