PukaNews.com, Kayuagung — Menjaga keamanan bukan hanya soal merespons gangguan yang terjadi, tetapi juga kemampuan membaca potensi persoalan sebelum berkembang menjadi ancaman. Atas dasar itu, Polres Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Gelar Operasional Bulan Agustus 2026 sebagai ruang evaluasi sekaligus penyusunan strategi menghadapi dinamika keamanan yang terus berubah.
Dipimpin langsung Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., kegiatan tersebut diikuti para pejabat utama dan kapolsek jajaran. Forum ini menjadi momentum untuk menelaah capaian pelaksanaan tugas selama periode sebelumnya, mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, serta menyelaraskan langkah seluruh jajaran agar pelaksanaan tugas berjalan lebih efektif dan terukur.
Evaluasi tidak berhenti pada angka-angka capaian. Setiap fungsi diminta memetakan persoalan yang dihadapi di wilayah masing-masing, mulai dari potensi gangguan keamanan, kualitas pelayanan kepada masyarakat, hingga efektivitas penegakan hukum. Hasil evaluasi itu kemudian menjadi dasar penyusunan langkah antisipatif yang akan diterapkan pada bulan berjalan.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan bahwa gelar operasional harus menjadi forum yang menghasilkan solusi nyata, bukan sekadar agenda rutin.
“Evaluasi harus melahirkan langkah perbaikan. Setiap personel dituntut bekerja secara profesional, responsif, dan humanis agar kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujar AKBP Eko.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar terus menjaga disiplin, integritas, dan soliditas organisasi. Menurutnya, tantangan tugas kepolisian semakin kompleks sehingga dibutuhkan kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta sinergi antarsatuan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.
Melalui gelar operasional ini, Polres OKI menegaskan komitmennya menjadikan evaluasi sebagai pijakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kesiapan organisasi dan kesamaan langkah seluruh personel dinilai menjadi kunci agar kehadiran Polri tetap dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Artini













