BAUS, PUKANEWS.COM — Tekanan pada poin-poin krusial membuat tim voli putra Yakob Fatunake kehilangan momentum dan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-2 pada babak delapan besar Kejuaraan HUT Reformasi dan GMIT Jemaat Baus, Rabu (28/10/2026). Pertandingan berlangsung di SDI Taenunuh, Desa Baus, Kecamatan Boking.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Putra Yakob Fatunake sepanjang kompetisi. Hasil tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim, terutama dalam menjaga ketenangan, memperbaiki penerimaan bola, dan mempertahankan konsistensi permainan saat menghadapi tekanan lawan.
Ferdi Missa menilai tekanan pertandingan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penampilan anak asuhnya. Memasuki babak delapan besar, para pemain dinilai belum mampu mengendalikan ketegangan, khususnya ketika pertandingan memasuki fase penentuan.
“Tim yang bagus pasti melalui proses. Ada tiga hal yang semuanya masih kalah dibanding lawan-lawan di babak delapan besar,” ujar Ferdi.
Menurut dia, persoalan mulai terlihat ketika lawan berhasil mengambil alih keunggulan. Para pemain Yakob Fatunake kesulitan menjaga kualitas passing bawah maupun atas. Situasi tersebut membuat alur serangan terganggu dan peluang untuk mengejar ketertinggalan semakin sulit.
Di sisi lain, lawan mampu memanfaatkan kelemahan tersebut dengan meningkatkan tekanan melalui blok dan serangan spike. Kondisi ini membuat pemain Yakob Fatunake semakin sulit mengembangkan permainan.
Ferdi mengakui, kesalahan sendiri turut memperburuk situasi. Ketika tertinggal, para pemain cenderung frustrasi dan kehilangan kepercayaan diri. Akibatnya, permainan tidak lagi berjalan dengan tenang dan terorganisasi.
“Benar, kami frustrasi ketika tertinggal. Ditambah lagi ada teman yang melakukan kesalahan sendiri. Belum lagi lawan memang cukup tangguh, baik saat melakukan blok maupun spike,” ungkapnya.
Bagi Putra Yakob Fatunake, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menghadapi pertandingan berintensitas tinggi. Ketahanan mental, ketepatan menerima bola, dan kemampuan menjaga fokus pada poin-poin kritis menjadi aspek yang perlu dibenahi agar tim dapat tampil lebih kompetitif pada pertandingan selanjutnya.
Penulis: Jitron
