PukaNews.com, Simalungun (SUMUT ) — Warga perumahan Moro Kopi Land di Kabupaten Simalungun meluapkan kemarahan mereka terhadap pihak Pengembang, PT Setia Utama Perkasa, akibat kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki selama kurang lebih dua tahun terakhir. Kerusakan tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga.Selasa(05/05/2026)
Jalan utama di kawasan Perumahan tersebut kini dipenuhi lubang besar, genangan air saat hujan, serta permukaan yang tidak rata. Kondisi ini membuat kendaraan sulit melintas dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan Anak-Anak.
Sejumlah Warga mengaku sudah Berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak pengembang. Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata yang dilakukan untuk memperbaiki Infrastruktur jalan tersebut. Hal ini Memicu kekecewaan yang semakin Memuncak di kalangan masyarakat.
“Salah Satu warga Atas Nama RIKKOT. DAMANIK Yang Berdomisili Diperumahan Tersebut Mengatakan Sudah Sangat bersabar selama dua tahun. Setiap musim hujan, jalan semakin hancur. Tapi tidak ada perbaikan sama sekali,” ujarnya dengan nada kesal. Ia menilai Pengembang terkesan melakukan pembiaran terhadap kondisi lingkungan perumahan.
Selain mengganggu mobilitas, jalan rusak juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Beberapa penghuni yang memiliki usaha rumahan mengaku mengalami penurunan pelanggan karena akses yang sulit dan tidak nyaman.
Warga juga menyebutkan bahwa kondisi ini menyulitkan kendaraan darurat seperti ambulans atau mobil pemadam kebakaran untuk masuk ke area perumahan.
Mereka khawatir jika terjadi keadaan darurat, penanganan akan terhambat akibat akses jalan yang buruk.
Sebagian warga mulai mempertimbangkan ,akan melakukan Konsultasi Hukum Kepada Advokat atau Profesi Pengacara dan selanjutnya akan melaporkan permasalahan ini kepada pemerintah daerah Kabupaten Simalungun. Mereka berharap ada campur tangan pihak berwenang untuk menekan pengembang agar segera melakukan perbaikan.
Tidak sedikit warga yang merasa dirugikan karena sebelumnya dijanjikan fasilitas dan infrastruktur yang layak saat membeli rumah. Janji tersebut dinilai tidak ditepati oleh pihak Pengembang hingga saat ini.
Aksi protes warga pun mulai bermunculan, mulai dari penyampaian aspirasi secara kolektif hingga rencana pemasangan spanduk sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengembang.
Mereka berharap langkah ini dapat menarik perhatian pihak terkait.Warga Moro Kopi Land berharap PT Setia Utama Perkasa segera bertanggung jawab dan memperbaiki jalan yang rusak.
Mereka menegaskan bahwa akses jalan yang layak merupakan hak dasar yang harus dipenuhi demi kenyamanan dan keselamatan seluruh penghuni perumahan.
( S.Hadi Purba )
