INDRALAYA, PUKANEWS.COM – Momentum peringatan Hari Kartini tahun ini dimaknai secara mendalam oleh jajaran pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir. Lembaga legislatif ini mengirimkan pesan tegas bahwa peringatan sejarah perjuangan kaum perempuan tersebut tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial rutin, melainkan harus mewujud dalam kebijakan daerah yang konkret.
Bagi DPRD Ogan Ilir, meneladani perjuangan Raden Ajeng Kartini berarti berkomitmen penuh untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi kaum perempuan. Pemenuhan hak dan kesetaraan jender kini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan suatu keharusan dalam menyukseskan roda pembangunan di Bumi Caram Seguguk.
Dewan menekankan betapa pentingnya mengoptimalkan kiprah dan potensi perempuan di segala sektor kehidupan, mulai dari penguatan di tingkat desa hingga keterlibatan dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat daerah.
“Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus senantiasa menjadi inspirasi. Kita ingin kaum perempuan di Kabupaten Ogan Ilir terus maju, mandiri, serta memiliki daya saing yang tinggi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan daerah,” tulis pernyataan resmi dari pimpinan dewan.
Dorongan nyata dari lembaga legislatif ini sangat jelas, yaitu menempatkan perempuan sebagai subjek aktif dalam pembangunan daerah. Narasi historis “Habis Gelap Terbitlah Terang” kini diterjemahkan secara modern sebagai visi bersama untuk memutus berbagai hambatan sosial dan ekonomi bagi kaum hawa agar mereka dapat tumbuh lebih berdaya.
DPRD Ogan Ilir berkomitmen kuat untuk terus menjadi mitra strategis yang siap mengawal, merumuskan, serta melahirkan berbagai regulasi maupun kebijakan daerah yang pro-perempuan. Melalui penguatan fungsi legislasi dan pengawasan, dewan memastikan bahwa program-program pemberdayaan perempuan mendapatkan porsi perhatian yang layak demi memacu kemajuan nasional yang dimulai dari level lokal.
Melalui momentum Hari Kartini ini, DPRD Ogan Ilir mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi wanita, serta jajaran eksekutif untuk bersinergi secara serius dalam mewujudkan ruang bagi perempuan yang mandiri. Kesadaran kolektif ini dinilai sangat krusial, mengingat akselerasi dan lompatan kemajuan di Kabupaten Ogan Ilir sulit tercapai secara optimal tanpa adanya kontribusi maksimal dari kaum perempuan yang berdaya secara ekonomi maupun sosial. (Adv)
