Karya : Imran Alwi. Fuad
Hari itu, 1 Mei 2025, langit Kota Pala Fakfak terlihat cerah. Angin bertiup lembut, mengibarkan Merah Putih di tangan seorang pemuda cilik yang berdiri tegap di tengah para perwira TNI/Polri dan Veteran.
Pemuda cilik tersebut Ia bernama Faiz, seorang anak muda cilik yang istimewa dengan semangat merah putih yang luar biasa.
Di belakangnya, deretan para veteran, prajurit TNI/Polri, serta para tamu undangan duduk teratur, mata mereka menyorotkan kebanggaan yang dalam kepada Faiz.
Langkah Faiz tegap meski tubuhnya berbeda dari yang lain. Ia maju sambil membawa bendera Merah Putih, mengayunkannya dengan penuh semangat di hadapan para pejuang yang dahulu mempertaruhkan nyawa demi tanah air. Senyum para perwira menyambutnya, tapi lebih dari senyum, ada pengakuan.
Faiz bukan sekadar peserta acara—ia adalah simbol harapan dan semangat yang tak akan padam.
“Merah darahmu dalam perjuangan bangsa Indonesia, selalu mengalir dalam darahku. Putihmu telah menjadi tulangku,” ucap Faiz lantang, matanya tajam menatap ke depan. Semua yang hadir terdiam. Suara hatinya seperti gema yang menembus hati semua orang.
Para veteran mengangguk setuju. Mereka tahu benar artinya kehilangan, artinya merdeka. Salah satu dari mereka, seorang tua dengan pakaian batik dan topi veteran, mengepalkan tangan sambil berkata, “Siapapun yang ingin menggantikanmu dengan bendera lain di Tanah Papua Barat ini akan kami binasakan.”
Di tanah ini, Merah Putih bukan sekadar kain. Ia adalah simbol perjuangan, darah, dan kehormatan. Ia adalah pelita yang menuntun anak-anak negeri dari lembah-lembah Papua menuju masa depan yang lebih terang.
Faiz menatap benderanya kembali. “Maju tak gentar, membela yang benar,” gumamnya pelan namun tegas. Hari itu, ia tidak hanya membawa bendera. Ia membawa semangat kakek-neneknya, membawa janji kepada leluhur bahwa Papua Barat tetap Indonesia, dan akan selalu begitu.
Sampai mati, tetap NKRI.
Penulis adalah salah Satu Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Jurnalis pada Salah Satu Media Nasional
