Opini  

Kritik Sosial Tiga Bocah Papua: “Kalau Berkebun Bisa Kaya, Kenapa Harus Sibuk Jadi PNS?

PUKANEWS.COM, Papua Barat — Sebuah pertanyaan sederhana namun penuh makna dilontarkan oleh tiga bocah Papua yang viral melalui media sosial: “Kalau berkebun bisa kaya, kenapa katong sibuk dengan PNS?” Ungkapan polos ini menjadi tamparan halus dan kritik sosial mendalam terhadap pola pikir masyarakat saat ini yang terlalu fokus mengejar status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), meski peluang dan masa depan di jalur tersebut belum tentu menjanjikan.

Kalimat itu menyindir realita bahwa banyak anak muda Papua kini lebih memilih berebut posisi honorer atau PNS, daripada menggali potensi besar dari tanah kelahiran mereka sendiri, seperti bertani atau berkebun, yang sejatinya bisa menjadi sumber kekayaan dan kemandirian ekonomi.

Anak-anak ini menyuarakan keresahan mereka terhadap kakak-kakak dan orang dewasa di sekitar mereka, yang menurut mereka terjebak dalam paradigma lama. “Kecerdasan seharusnya tidak membuat kita saling sikut demi posisi PNS,” kata salah satu dari mereka dalam video yang menyebar di berbagai platform.

Mereka juga menyoroti bahwa Otonomi Khusus (Otsus) bukanlah jaminan kemudahan, tetapi justru kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan kerja keras dan kemauan untuk belajar. Kritik ini menjadi pengingat bahwa masa depan Papua tidak hanya bergantung pada kebijakan, tapi juga pada perubahan pola pikir generasi mudanya.

Dalam konteks regulasi, memang terdapat ketentuan melalui PP 49 Tahun 2018 Pasal 99 ayat 2 tentang pengangkatan tenaga honorer yang sudah bekerja lebih dari lima tahun dan sesuai kebutuhan daerah. Namun, pesan dari ketiga bocah ini tetap jelas: jangan hanya terpaku pada satu jalur hidup.

Semoga suara jujur dari anak-anak ini menjadi cermin bagi kita semua, terutama para generasi muda Papua, untuk mengevaluasi kembali arah perjuangan mereka demi masa depan yang lebih mandiri dan berdaya.

 

Penulis : Imran Alwi. Fuad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *