PukaNews.com, OKI – Situasi di Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), memanas Selasa 23 Juni sekitar pukul 17:00 wib, setelah beredar informasi mengenai penangkapan seorang warga yang diduga berkaitan dengan aktivitas jual beli buah sawit di kawasan PT BCP Lempuing.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga dan sejumlah rekaman video dan media yg tayang beredar, peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi kericuhan. Dalam video terdengar beberapa kali suara letusan yang diduga berasal dari senjata api, sementara warga tampak berlarian dan berusaha menyelamatkan diri.
Menurut keterangan warga, sedikitnya tiga orang dilaporkan mengalami luka tembak. Salah satu korban berinisial K alias MU disebut mengalami luka pada bagian paha. Korban lain berinisial S dikabarkan mengalami luka tembak pada bagian perut saat berupaya mempertahankan kendaraan yang hendak diamankan petugas. Sementara seorang korban lainnya juga dilaporkan mengalami luka tembak, namun identitas maupun lokasi luka hingga kini belum dapat dipastikan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan ketiga korban telah dievakuasi ke rumah sakit caritas untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini para korban. Kedua korban bersalah dari Ali korban meninggal di kabar kan bersalah dari desa Sodong , Sainal berasal dari desa ceper”namun sudah lama menetap di tebing suloh Lempuing.
Warga menduga kericuhan bermula ketika petugas TNI dan brimob mendatangi lokasi penampungan buah sawit dan salah satu warga yang di tangkap di perkebunan, “petugas hendak mengamankan kendaraan yang diduga berkaitan dengan proses penyelidikan. Langkah tersebut mendapat penolakan dari pihak keluarga sehingga memicu ketegangan di lokasi.Aksi saling dorong tak terhindari ,masa kebanyakan kaum perempuan yg juga dari keluarga S.
Mendengar kericuhan S yang berada di lokasi sepontan ikut serta dalam mempertahan kan hak nya,dan mengakibatkan ia terkena tembakan di perut.
Sejumlah saksi mengaku mendengar beberapa kali suara tembakan saat situasi mulai tidak terkendali. Namun hingga kini belum dapat dipastikan penyebab pasti para korban mengalami luka tembak maupun dari mana asal tembakan tersebut. Informasi tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.
Kericuhan kemudian memicu kemarahan warga. Massa bergerak menuju area PT BCP Lempuing untuk meminta penjelasan. Dalam perkembangan berikutnya terjadi aksi perusakan dan pembakaran di sejumlah fasilitas perusahaan.
Dalam insiden tersebut, seorang warga yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan kepala desa setempat dilaporkan tersengat aliran listrik saat kebakaran terjadi di salah satu bangunan mess perusahaan. Korban mengalami luka bakar berat dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Hal ini kemungkinan masih berhubungan dengan sengketa lahan yang di sinyalir belum mendapat kepastian dan ketetapan hukum yang pasti dari pemerintah, mengakibat kan ,warga nekad untuk memanen secara mandiri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PT BCP Lempuing, kepolisian maupun instansi terkait mengenai kronologi lengkap kejadian, jumlah korban, maupun dasar tindakan yang dilakukan di lapangan. Tim media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang .
Red
