Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemuda & Petani Desa Baus Boking TTS Pinta Bantuan Alat Pertanian Ke Pemerintah

Reporter : Jitron

PUKANEWS.COM, BOKING — Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas pertanian di tingkat lokal, masyarakat Desa Baus, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), aktif melakukan kegiatan pengolahan lahan. Kegiatan ini melibatkan semangat gotong royong antara pemuda dan petani setempat.

Pengolahan lahan di Desa Baus ini dilaksanakan pada Minggu (11/5/2025) menggunakan traktor roda dua. Traktor tersebut merupakan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Baus melalui anggaran Dana Desa (DD), dan dipinjamkan kepada kelompok tani untuk dimanfaatkan secara bergantian oleh warga, termasuk dalam kegiatan kali ini.

Melki Selan, pemilik lahan yang sedang diolah, menjelaskan bahwa kegiatan ini ia kelola sendiri namun mendapat dukungan penuh dari orang tua dan pemuda-pemuda Dusun Tiga.

“Pengolahan lahan ini dikelola oleh saya sendiri. Namun, ada orang tua dan pemuda-pemuda yang punya niat baik untuk bantu saya,” ujar Melki Selan di sela kegiatan. “Kami tetap sama-sama kelola agar kita mendapatkan hasil yang baik.”

Melki Selan menambahkan, lahan miliknya ini sudah ia kelola selama tiga tahun terakhir dan telah memberikan hasil yang memuaskan dari berbagai jenis tanaman seperti jagung, mentimun, kacang tanah, labu lilin, bayam, dan kangkung. Melihat potensi lahannya, terutama di tengah curah hujan tinggi tahun ini, ia bahkan mengalihkan sebagian lahannya untuk uji coba penanaman padi sawah.

Meskipun telah berpengalaman dan berhasil, Melki Selan mengaku masih memiliki keterbatasan alat pertanian. Oleh karena itu, ia sangat mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten dan pihak terkait.

“Saya hanya kurang beberapa alat pertanian, jadi saya minta dukungan dari pemerintah dan pihak terkait kalau bisa bantu saya dengan beberapa alat pertanian yang saya tidak punya,” harapnya.

Dengan alat yang memadai, ia yakin bisa mengembangkan potensi pertaniannya lebih jauh. “Saya ini orang petani, jadi saya tetap bertani sampai mati,” tegas Melki Selan, menunjukkan kecintaannya pada profesi petani.

Sementara itu, salah seorang pemuda Desa Baus, Ondi Liunokas., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pengolahan lahan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kemandirian masyarakat Desa Baus dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka.

“Dengan dilakukannya pengolahan lahan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka,” kata Ondi.

Ia melihat program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan di tingkat desa, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga melalui pemanfaatan lahan pertanian secara optimal. “Kami akan terus mendampingi dan mendorong warga untuk mengembangkan potensi pertanian mereka,” pungkas Ondi, menunjukkan komitmen para pemuda dalam mendukung sektor pertanian desa.

Semangat kolaborasi antara petani dan pemuda, didukung dengan fasilitas dari Dana Desa, menjadi modal penting bagi Desa Baus dalam mewujudkan ketahanan pangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan warganya melalui sektor pertanian. Bantuan alat pertanian yang diharapkan Melki Selan pun menjadi kunci penting untuk optimalisasi potensi yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *