PUKANEWS.COM, OGAN ILIR — (6 September 2026) Kobaran api kembali mengancam lahan warga di Desa Arisan Jaya, Kabupaten Ogan Ilir. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan sekitar 1 hektare lahan itu langsung direspons cepat oleh Babinsa Koramil 402-12/Pemulutan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Personel gabungan turun ke lokasi dan berjibaku memadamkan kobaran api yang terus menjalar. Kondisi medan yang cukup menantang membuat proses pemadaman tidak mudah. Selain memutus penyebaran api, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Kerja keras personel di lapangan akhirnya membuahkan hasil. Kobaran api berhasil dikendalikan hingga dinyatakan padam. Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api baru.
Danramil 402-12/Pemulutan Kapten Ctp Eka Yudha mengatakan, kesiapsiagaan personel akan terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi karhutla, terutama saat kondisi cuaca berisiko mempercepat penyebaran api.
“Kami bersama BPBD terus berupaya melakukan pemadaman secara maksimal agar api tidak meluas. Setelah api berhasil dipadamkan, personel juga memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan,” ujar Eka Yudha.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Peran masyarakat sangat penting untuk mencegah munculnya titik api baru.
Ia pun mengingatkan warga agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
Sinergi Babinsa, BPBD dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan risiko meluasnya karhutla di wilayah Ogan Ilir. Respons cepat di lapangan juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran, sekaligus memastikan keselamatan warga dan lingkungan tetap terjaga.
Api berhasil dipadamkan, tetapi kewaspadaan belum boleh padam. Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Red














