PukaNews.com, Pangkalan Balai -– Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., menerima mediasi terkait pembebasan lahan untuk proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang–Betung Seksi 1 (Keramasan–Musi Landas) dan Seksi 2 (Musi Landas–Pangkalan Balai). Pertemuan berlangsung di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Kamis (04/06/2026).
Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Bupati Banyuasin Bidang Infrastruktur, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam, Dr. H. Salni Fajar, S.Ag., M.H.I., Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Banyuasin, Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M., serta perwakilan dari PT Hutama Karya.
Mediasi tersebut membahas kendala di lapangan terkait proses pembebasan lahan yang masih menghadapi penolakan dari sebagian pemilik lahan. Berdasarkan data hasil musyawarah tanggal 15 April 2025 untuk kawasan Exit Tol Pangkalan Balai di Kelurahan Seterio dan Lubuk Lancang, dari total 37 bidang (terdiri dari 33 bidang warga dan 4 bidang fasum), baru 4 bidang yang menyatakan setuju, sementara 22 bidang menyatakan sanggah, dan 7 bidang abstain atau belum ada keterangan.
Selain itu, terdapat permasalahan pada Oprit Jembatan Overpass Jalan Warga STA 90+877 dan Oprit Jembatan Overpass STA 95+600 yang belum dapat dilakukan konstruksi karena status lahan masih dalam proses pengumuman dan penyusunan. Untuk STA 90+877, saat ini masih dalam masa sanggah selama 14 hari kerja (7 Mei–5 Juni 2026).
Bupati Askolani menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk mendukung dan responsif terhadap pengerjaan jalan tol yang sedang dijalankan oleh PT Hutama Karya. Pemerintah Kabupaten Banyuasin akan segera mengundang para pihak yang belum menyetujui pembebasan lahan untuk diajak berdialog guna mencari solusi bersama.
“Pemerintah daerah akan mengundang terkait lahan yang tidak setuju untuk dimediasi lebih lanjut,” ujar Bupati Askolani.
Proyek Tol Trans Sumatera ruas Palembang–Betung ini merupakan infrastruktur strategis nasional yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, kelancaran arus logistik, dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuasin serta wilayah sekitarnya.
Yokin













