PUKANEWS.COM, SIMALUNGUN – Tim Inafis Polres Simalungun bersama personel Polsek Tanah Jawa melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan mayat pria bernama Marihot Siagian (56) di Huta Jawa Maraja I, Nagori Jawa Maraja, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Senin (19/10/2026). Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan luar jenazah, polisi menduga kuat korban meninggal akibat pendarahan di rongga dada setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Peristiwa tersebut dipastikan tidak mengandung unsur pidana.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Selasa (20/10/2026), mengatakan penanganan kasus tersebut merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat yang dilakukan secara profesional dan humanis.
“Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, termasuk dalam penanganan peristiwa kematian seperti ini secara profesional dan humanis,” ujarnya.
Menurut Verry, korban merupakan seorang pria beragama Kristen yang bekerja sebagai wiraswasta dan berdomisili di Dusun 10, Desa Sei Beluru, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang warga bernama Ifah Susila. Saat itu, saksi melihat korban dalam posisi jongkok sambil bersandar di bawah pohon kelapa dan diduga telah meninggal dunia.
“Saksi kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada Riadi Jahrot, warga yang selama beberapa hari terakhir merawat korban di rumahnya,” jelas Verry.
Mendapat informasi itu, Riadi bersama Datu Manurung dan Iswanto mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban. Jenazah kemudian dipindahkan ke teras rumah Riadi. Mereka selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, camat, penghulu, dan perangkat desa setempat.
Korban Sempat Mengalami Kecelakaan
Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa tersebut berawal pada Jumat (16/10/2026), ketika korban mengendarai sepeda motor seorang diri di jalan jurusan Tanah Jawa–Jawa Maraja Bah Jambi, tepatnya di Huta Tanjung Maraja I, Nagori Tanjung Maraja.
Saat itu, korban diduga mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak bagian belakang truk Colt Diesel yang sedang terparkir.
“Korban mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak bagian belakang truk Colt Diesel yang sedang parkir,” kata Verry.
Setelah kejadian, Datu Manurung membawa korban ke Puskesmas Jawa Maraja Bah Jambi untuk mendapatkan penanganan medis. Petugas medis bernama Emi Napitupulu memeriksa kondisi korban dan mencatat tekanan darahnya berada pada angka 100/70 mmHg.
Korban mengalami sejumlah luka robek di bagian tangan, kening, dan pipi. Petugas medis kemudian membersihkan serta menjahit luka tersebut, sebelum memberikan obat kepada korban.
“Setelah penanganan medis, perawat menyarankan agar korban diantar pulang menggunakan ambulans puskesmas,” ungkapnya.
Karena tidak memiliki rumah maupun keluarga di Nagori Jawa Maraja, korban kemudian dirawat oleh Riadi Jahrot.
Selama berada di rumah Riadi, korban disebut kerap mengeluhkan sakit perut. Ia juga diketahui tidak rutin mengonsumsi obat karena sering mengalami muntah. Keterangan tersebut selanjutnya disampaikan saksi kepada penyidik.
Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan Jenazah
Sekitar pukul 09.00 WIB, Kapolsek Tanah Jawa Kompol B. Manurung, S.H., bersama personel kepolisian dan Tim Inafis Polres Simalungun tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.
Petugas melakukan pemeriksaan lokasi, memeriksa saksi-saksi, menyiapkan administrasi penyidikan, serta menghubungi keluarga korban di Kabupaten Asahan.
Dalam pemeriksaan awal, tim menemukan sejumlah luka lecet dan luka robek pada tubuh korban. Beberapa luka diketahui telah mendapatkan jahitan saat korban menjalani perawatan medis sebelumnya. Petugas juga menemukan tato bertuliskan nama korban di bagian dada. Sementara itu, tidak ditemukan barang bukti di lokasi kejadian.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan luar atau visum et repertum.
“Dari hasil pemeriksaan ditemukan patah tulang iga kiri disertai memar dan lecet pada dada sisi kiri, serta kaku mayat,” jelas Verry.
Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan luar tersebut, polisi menduga kuat korban meninggal dunia akibat pendarahan hebat di rongga dada yang berkaitan dengan patah tulang iga kiri pascakecelakaan lalu lintas.
“Peristiwa ini kami pastikan non-pidana,” tegasnya.
Polisi Imbau Masyarakat Waspadai Dampak Kecelakaan
Verry menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan olah TKP hingga evakuasi jenazah berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Kanit Reskrim IPTU F. Sitohang, S.H., M.H., Panit Lantas IPTU Wagi Hardi, Panit Reskrim IPDA F. Simanullang, S.H., M.M., Panit Intelkam IPDA B. Hutasoit, serta Panit Laka Lantas AIPDA D. Sirait. Sementara dari Tim Inafis Polres Simalungun hadir AIPDA Owen Saragih dan AIPDA Sujid Saputra.
Menutup keterangannya, AKP Verry Purba mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan peristiwa serupa. Ia juga mengingatkan para pengendara untuk selalu berhati-hati di jalan raya dan tidak mengabaikan keluhan kesehatan setelah mengalami kecelakaan.
“Jangan abaikan keluhan pascakecelakaan, sekecil apa pun,” pungkasnya.
Laporan S Hadi Purba Tambak
