Pewarta: Imran Alwi
PUKANEWS.COM, FAKFAK – Polres Fakfak terus memperkuat kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas), mahasiswa, tokoh adat, dan berbagai elemen masyarakat sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) tetap kondusif di Kabupaten Fakfak.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan yang berlangsung di Hotel Sulina, Jalan Thumburuni, Kelurahan Fakfak Selatan, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan dipimpin Wakapolres Fakfak Kompol Hendejetha H. Yassu, S.H., dan dihadiri Kasat Binmas Polres Fakfak IPTU Markus Silamba, Ketua Gerakan Pemuda Kei (GPK) Kabupaten Fakfak Martinus Fauwowan, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Fakfak, Dewan Adat Mbaham Matta, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), Sekretaris Umum Ojek Mandiri Amirudin, serta sekitar 30 perwakilan organisasi kemasyarakatan dan unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Kompol Hendejetha menyampaikan permohonan maaf mewakili Kapolda Papua Barat, Direktur Binmas Polda Papua Barat, dan Kapolres Fakfak atas ketidakhadiran Direktur Binmas Polda Papua Barat yang batal menghadiri kegiatan karena faktor cuaca yang menyebabkan pesawat tidak dapat mendarat di Kabupaten Fakfak.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata menjadi tugas Kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Keamanan yang kondusif merupakan modal utama bagi pembangunan daerah. Ketika situasi tetap aman, aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar, iklim investasi semakin tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat pun dapat terus meningkat,” ujar Kompol Hendejetha.
Pada kesempatan tersebut, Wakapolres Fakfak juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat Kepolisian.
Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku sebagai Kapolres Fakfak maupun pejabat Polri lainnya untuk meminta uang, bantuan, atau sumbangan. Masyarakat diminta segera melakukan konfirmasi kepada pihak Kepolisian agar tidak menjadi korban penipuan.
Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Kei (GPK) Kabupaten Fakfak, Martinus Fauwowan, mengapresiasi langkah Polres Fakfak yang terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan serta berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi yang terbangun menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.
“Kami siap menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Fakfak,” kata Martinus.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialog yang terbuka melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai masukan dari peserta menjadi bahan evaluasi sekaligus memperkuat kerja sama antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Melalui forum tersebut, Polres Fakfak berharap kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, tokoh adat, FKPM, dan seluruh elemen masyarakat semakin solid sehingga mampu menciptakan kondisi keamanan yang kondusif sebagai fondasi bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Fakfak. (*)
