Caption: Pelantikan Dewan Paroki dan Penerimaan Krisma di Santo Yosep Fakfak Berlangsung Khidmat
Reporter: Imran Alwi. Fuad
PukaNews.com, FAKFAK, PAPUA BARAT – Pelantikan Dewan Paroki Santo Yosep Fakfak masa bakti 2026–2029 yang dirangkaikan dengan penerimaan Sakramen Krisma bagi 187 umat berlangsung khidmat pada Rabu (27/5/2026). Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Mgr. Hilarion Datus Lega dan dihadiri ratusan umat Katolik.
Misa yang dimulai pukul 17.00 WIT itu berlangsung penuh sukacita dan penghayatan. Uskup bersama para imam konselebran memimpin rangkaian ibadah yang diikuti keluarga penerima krisma, pengurus Dewan Paroki, serta umat Paroki Santo Yosep Fakfak.
Dalam homilinya, Mgr. Hilarion Datus Lega mengajak umat, khususnya para penerima Sakramen Krisma dan Dewan Paroki yang baru dilantik, agar terus bertumbuh dalam iman dan menjaga persatuan dalam kehidupan menggereja maupun kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa setelah kebangkitan-Nya, Yesus Kristus berulang kali menampakkan diri kepada para murid dan pengikut-Nya sebagai tanda bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat manusia.
“Semua penampakan itu menegaskan satu hal penting, yakni Tuhan tidak ingin meninggalkan manusia, ciptaan-Nya yang mulia, yang telah ditebus dengan darah-Nya,” kata Mgr. Hilarion.
Menurutnya, kebangkitan Kristus menjadi dasar harapan bagi setiap orang beriman bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan jalan untuk kembali kepada Tuhan.
Menjelang kenaikan-Nya ke surga dan peristiwa Pentakosta, Yesus juga memberikan pesan kepada para murid agar tetap bersatu dalam kasih serta setia menjalankan tugas perutusan.
Mgr. Hilarion menegaskan bahwa Roh Kudus merupakan sumber kekuatan bagi umat dalam menjalani kehidupan dan menghadapi berbagai tantangan.
“Roh Kudus adalah Roh yang memberi semangat hidup. Roh Kudus memberikan kekuatan kepada manusia untuk terus hidup dalam kebaikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar umat tidak berhenti pada seremoni penerimaan Sakramen Krisma semata, tetapi mampu mewujudkan iman melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan tinggalkan Tuhan setelah menerima Roh Kudus. Iman harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kasih, persaudaraan, serta pelayanan kepada sesama,” pesannya.
Kepada pengurus Dewan Paroki yang baru dilantik, Uskup menekankan bahwa jabatan dalam Gereja bukanlah simbol kehormatan, melainkan panggilan untuk melayani umat.
“Sesuai Injil, siapa yang mau menjadi besar harus menjadi pelayan. Jangan hanya pandai berjanji, tetapi harus sungguh melayani umat dan bekerja dengan hati,” tegasnya.
Pelantikan Dewan Paroki dan penerimaan Sakramen Krisma tersebut menjadi momentum memperkuat semangat pelayanan dan kebersamaan umat Paroki Santo Yosep Fakfak, sekaligus menumbuhkan harapan baru dalam kehidupan menggereja. (*)
