Jas Merah Simbol Kebesaran Universitas Muhammadiyah Kupang Kembali Mewarnai Lapangan Upacara Kecamatan Amanatun Selatan

PukaNews.com, Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan — Di sela-sela ratusan barisan peserta upacara HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kecamatan Amanatun Selatan yang digelar Senin (17/8/2026) pukul 09.00 WITA di Lapangan Moenfeu Oinlasi, terlihat beberapa barisan yang mengenakan jas berwarna merah. Jas merah tersebut merupakan simbol kebesaran Universitas Muhammadiyah Kupang.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peserta upacara HUT ke-81 RI kali ini tidak hanya diikuti oleh kalangan pelajar dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, SMA, serta instansi terkait di wilayah Kecamatan Amanatun Selatan. Upacara tahun ini turut diramaikan oleh 25 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang yang ditempatkan di tiga desa di wilayah kecamatan tersebut, yakni Desa Oinlasi, Anin, dan Fatulunu. Kehadiran para mahasiswa ini menunjukkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, mulai dari mengikuti upacara pengibaran hingga penurunan Sang Merah Putih.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nia Kurniaty Rukman, S.Pd., M.Si., mengapresiasi antusiasme mahasiswa KKN dari Desa Oinlasi, Desa Anin, dan Desa Fatulunu yang turut memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI tingkat kecamatan Amanatun Selatan.

Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini memiliki makna penting karena KKN bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan juga soal kehadiran di tengah masyarakat.

“KKN bukan hanya tentang melaksanakan program kerja yang sudah direncanakan, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa hadir, berbaur, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujar Nia.

Ia menilai momentum ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa dari tiga desa yang selama ini bertugas terpisah untuk kembali berkumpul dan berkontribusi bersama. Nia berharap kehadiran mahasiswa membawa energi positif bagi masyarakat, sekaligus menjadi bekal pengabdian setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Amanatun Selatan, pemerintah tiga desa, serta masyarakat yang telah memberi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat. Menutup pernyataannya, Nia berpesan agar semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus diwujudkan lewat kerja nyata.

“Merdeka! Terus bergerak, terus mengabdi, dan bersama-sama membangun desa,” pungkasnya.

Senada dengan nya,Erik Tualaka, salah satu mahasiswa KKN sekaligus pemimpin barisan dari 25 peserta tersebut, menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya bersama rekan-rekan KKN Kecamatan Amanatun Selatan merasa bangga dapat ikut memeriahkan sekaligus mengikuti rangkaian upacara pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih di wilayah lokasi KKN mereka.

“Kami yang berada di wilayah Kecamatan Amanatun Selatan, yang tersebar di tiga desa ini, tidak hanya berfokus mengejar target program kerja yang telah kami rancang sebelum diterjunkan ke lapangan. Kegiatan seperti ini adalah bagian dari kontribusi nyata kami terhadap Kecamatan Amanatun Selatan dan Republik Indonesia tercinta,” ujar Erik.

Ia menambahkan, keikutsertaan dalam upacara tersebut menjadi bukti kecil atas totalitas para mahasiswa KKN dalam mengabdi di tengah masyarakat. “Ini adalah hal kecil yang dapat kami tunjukkan sebagai bukti totalitas kami. Kami tidak hanya mengikuti upacara pengibaran, tetapi juga akan kembali terlibat dalam upacara penurunan Sang Merah Putih pada waktu yang telah ditentukan oleh Panitia HUT Ke-81 RI,Kecamatan Amanatun Selatan.

Reporter: Satri Alunat

Exit mobile version