Reporter: Imran Alwi
PUKANEWS.COM, FAKFAK – Sesepuh Keluarga Besar Kei di Kabupaten Fakfak, Yanto Hukubun, mengajak seluruh masyarakat Kei untuk terus menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai persaudaraan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi.
Pesan tersebut disampaikan Yanto Hukubun, saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda I) Kerukunan Masyarakat Kei (KMK) Kabupaten Fakfak Periode 2026–2031 yang digelar di Aula Graha Santo Yosep, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Sabtu (18/7/2026) lalu.
Dalam sambutannya, Yanto mengingatkan bahwa para leluhur masyarakat Kei telah mewariskan teladan melalui kontribusi nyata di berbagai bidang, mulai dari pembangunan, penyebaran agama hingga dunia pendidikan. Menurutnya, warisan tersebut harus diteruskan oleh generasi saat ini dengan menjaga nama baik masyarakat Kei dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.
“Kita harus meninggalkan segala sesuatu yang dapat mencoreng nama baik masyarakat Kei. Mari menunjukkan bahwa masyarakat Kei itu mampu menjadi bagian dari pembangunan di berbagai sektor,” ujarnya.
Yanto juga mengimbau agar masyarakat Kei tidak mudah terprovokasi ketika menghadapi persoalan, termasuk dalam menyikapi berbagai dinamika dengan pemerintah maupun sesama warga. Ia menegaskan bahwa setiap perbedaan pandangan sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan semangat kekeluargaan, bukan dengan tindakan yang berpotensi memicu konflik.
“Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama mencari solusi. Jangan mengambil langkah yang justru memperkeruh keadaan. Musyawarah tetap menjadi jalan terbaik,” katanya.
Pada kesempatan itu, Yanto berharap siapa pun dia yang terpilih memimpin Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Fakfak mampu menjadi figur pemersatu yang merangkul seluruh warga tanpa membedakan agama, asal daerah, maupun kelompok tertentu.
Menurutnya, seorang pemimpin organisasi kemasyarakatan harus mampu menjadi pengayom bagi seluruh anggota, menjaga persaudaraan, serta menjadi teladan dalam membangun kebersamaan.
“Pemimpin yang terpilih harus menjadi orang tua bagi semua, merangkul seluruh masyarakat Kei yang ada di Fakfak, menjaga persatuan, dan menjadi contoh dalam membangun solidaritas,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kei untuk mengakhiri berbagai kesalahpahaman yang mungkin pernah terjadi dan membuka lembaran baru demi memperkuat solidaritas serta mempererat hubungan kekeluargaan.
Yanto juga menyoroti pentingnya pendataan warga Kei di Kabupaten Fakfak. Menurutnya, organisasi KMK perlu memiliki basis data yang akurat agar berbagai program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Berdasarkan data sementara, jumlah warga Kei yang bermukim di Kabupaten Fakfak diperkirakan mencapai sekitar 6.000 jiwa. Karena itu, ia berharap pengurus KMK yang baru nantinya dapat melakukan pendataan secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan program organisasi.
Yanto kembali mengingatkan bahwa, pentingnya menjaga komitmen persaudaraan yang telah diwariskan para leluhur itu penting. Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat, namun tidak boleh berkembang menjadi konflik yang merusak hubungan kekeluargaan kita masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak ini.
Dengan berpegang teguh pada falsafah masyarakat Kei “Ain Ni Ain” yang bermakna kita semua adalah saudara, Yanto mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersamaan, saling menghormati, dan memperkuat persatuan demi masa depan masyarakat Kei yang semakin maju serta berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Fakfak. (*)
