Pukanews.com, Palembang – Dugaan kampanye terselubung oleh puteri mantan gubernur Sumsel Herman Deru terus bergulir ke babak baru dengan munculnya perkembangan terbaru dalam kasus yang mengguncang Sumatera Selatan. Setelah pemberitaan terkait bantuan UEP Dinsos Sumsel yang mencurigakan sebagai ajang kampanye politik puteri Herman Deru, Hj Tivani Samantha, pandangan publik semakin tertuju pada isu ini.
Kasus ini memunculkan banyak pertanyaan setelah pihak media berhasil menemui Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, Mirwansyah SKM MKM, di Palembang pada Senin, 16 Oktober. Namun, apa yang terungkap dalam pertemuan ini telah memicu kontroversi lebih lanjut.
Kepala dinas tersebut mengungkapkan bahwa laporan terkait dugaan kampanye telah diakhiri setelah pelapor, Aliaman SH, mencabut laporannya. Lebih mengejutkan lagi, Aliaman SH menerima kompensasi berupa uang senilai 3 juta rupiah sebagai bagian dari penyelesaian ini. Namun, apakah pemberian uang ini merupakan penyelesaian damai yang sah atau mungkin ada sisi lain yang perlu diungkap?
“Masalah ini sudah selesai, laporan jugo la di cabut, pelapor jugo la nerimo duit 3 juta,” ungkap Mirwansyah sembari menunjukkan pesan Whatsapp terkait hal tersebut, Senin (16/10).
Mirwansyah juga menegaskan bahwa pihak media hanya berperan sebagai saksi dalam peristiwa ini dan tidak memiliki hak untuk mengungkit kembali kasus ini, mengklaim bahwa masalah ini sudah selesai.
“Kau tu cuma saksi, jadi dak usahlah nak macam macam,” ketusnya.
Namun, seorang saksi, yang juga pimpinan media ini, memberikan perspektif yang berbeda. Ia mengaku tidak diinformasikan tentang perkembangan laporan tersebut, khususnya terkait upaya damai yang melibatkan uang yang diberikan oleh pihak Dinsos Sumsel kepada pelapor Aliaman SH.
Sangat penting untuk menjalani investigasi lebih lanjut untuk mengungkapkan kebenaran di balik semua lapisan kasus ini. Pertanyaan-pertanyaan mendasar termasuk apakah pemberian uang tersebut dapat dianggap sebagai bentuk suap yang mengarah kepada penutupan laporan, dan apakah ada ketidakjelasan atau ketidaktransparanan dalam penanganan kasus ini. Dalam babak baru dugaan kampanye terselubung ini, masyarakat menantikan kejelasan dan transparansi yang akan mengungkap fakta sebenarnya.
(Tim)
