PUKANEWS.COM, TIMOR TENGAH SELATAN — Setelah kurang lebih satu bulan mengabdi di tengah masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) resmi mengakhiri program pengabdian di Desa Leonmeni, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Masa KKN berlangsung sejak 3 Agustus hingga 5 September 2026. Penarikan mahasiswa dilaksanakan di Kantor Desa Leonmeni, Minggu (6/9/2026), dan dihadiri Kepala Desa Leonmeni beserta jajaran pemerintah desa, mahasiswa KKN UMKoe, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Suasana penarikan berlangsung penuh keakraban. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan terima kasih sekaligus berpamitan kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah menerima mereka selama menjalankan berbagai program pengabdian.
Koordinator KKN UMKoe di Desa Leonmeni, Demas Nokas, menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan pengabdian terdapat sikap maupun tutur kata yang kurang berkenan.
“Saya selaku koordinator KKN UMKoe di Desa Leonmeni, Kecamatan Boking, Kabupaten TTS, atas nama teman-teman semua, jika pengabdian kami selama ini mungkin ada tindakan atau tutur kata yang tidak berkenan di hati bapak ibu semua, kami mohon dimaafkan,” ujar Demas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Leonmeni dan para tokoh masyarakat yang telah memberikan dukungan serta ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Desa Leonmeni dan tokoh masyarakat yang sudah memberikan banyak ruang untuk kami belajar,” lanjutnya.
Menurut Demas, pengalaman selama menjalani KKN menjadi bagian penting dalam proses pembentukan diri mahasiswa. Interaksi dengan pemerintah desa dan masyarakat dinilai memberikan pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal ketika mahasiswa kembali menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Pemerintah juga memberikan banyak dedikasi dan motivasi bagi kami, dan ini menjadi bekal bagi kami untuk tumbuh di hari esok,” katanya.
Pemdes Leonmeni Apresiasi Kontribusi Mahasiswa
Sementara itu, Kepala Desa Leonmeni, Zet Nokas, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UMKoe. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga membawa ide dan gagasan yang dinilai memberikan kontribusi positif bagi masyarakat desa.
“Saya sangat bangga dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKN UMKoe, karena mereka menghadirkan banyak ide untuk perubahan di wilayah masyarakat Desa Leonmeni. Saya sangat berterima kasih kepada adik-adik semua,” ungkap Zet.
Zet berpesan agar mahasiswa tidak meninggalkan Desa Leonmeni hanya dengan membawa pengalaman akademik. Ia berharap berbagai nilai positif yang diperoleh selama berinteraksi dengan masyarakat dapat menjadi bekal dalam perjalanan mahasiswa ke depan.
“Semoga adik-adik pulang juga membawa nilai-nilai yang baik selama adik-adik mengabdi di wilayah masyarakat Desa Leonmeni,” tuturnya.
Lebih jauh, Pemerintah Desa Leonmeni berharap hubungan baik yang telah terbangun dengan UMKoe dapat terus dilanjutkan. Bahkan, pemerintah desa membuka peluang bagi mahasiswa UMKoe untuk kembali melaksanakan KKN di wilayah tersebut pada tahun mendatang.
“Saya atas nama Pemerintah Desa Leonmeni berharap untuk ke depannya bisa ada mahasiswa KKN dari UMKoe yang datang lagi ke Desa Leonmeni. Kami siap untuk menerima mahasiswa KKN UMKoe di tahun depan,” pungkasnya.
Penarikan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN UMKoe di Desa Leonmeni. Namun, berakhirnya program KKN diharapkan bukan menjadi akhir dari hubungan yang telah terjalin antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan pihak universitas.
Berbagai pengalaman, gagasan, serta nilai-nilai sosial yang diperoleh selama berada di tengah masyarakat diharapkan dapat terus menjadi bekal bagi mahasiswa sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan tempat mereka mengabdi.
Pemerintah Desa Leonmeni pun menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan kolaborasi dengan UMKoe, baik melalui program KKN maupun bentuk pengabdian kepada masyarakat lainnya di masa mendatang.
Reporter: Satri Alunat














