Pramuka OKI Didorong Jadi Kader Pemimpin dan Pelopor Pencegahan Karhutla

PUKANEWS.COM, OKI — Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Supriyanto mengingatkan Gerakan Pramuka tidak boleh berhenti sebagai organisasi kepemudaan yang sibuk dengan kegiatan seremonial. Di tengah tantangan pembangunan dan perubahan zaman, Pramuka harus menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus mencetak generasi yang siap mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan Supriyanto saat menjadi pembina upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke-65 di halaman Kantor Bupati OKI,(13/8). Peringatan tersebut digelar bertepatan dengan rangkaian HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Supriyanto, peringatan Hari Pramuka dan momentum kemerdekaan harus menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kesadaran kebangsaan. Sebab, kemerdekaan yang dinikmati generasi sekarang lahir dari perjuangan panjang, persatuan, keberanian, dan pengorbanan para pendiri bangsa.

“Ini bukan sekadar apel seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali menghayati makna kemerdekaan sekaligus meneguhkan semangat kebangsaan dalam diri setiap anggota Gerakan Pramuka,” kata Supriyanto dalam amanatnya.

Delapan puluh satu tahun setelah kemerdekaan, kata dia, bentuk perjuangan generasi muda telah berubah. Tidak lagi mengangkat senjata, tetapi mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, prestasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam konteks itu, Pramuka memiliki posisi strategis. Nilai Tri Satya dan Dasa Darma, menurut Supriyanto, harus diterjemahkan menjadi karakter yang hidup dalam keseharian anggota Pramuka: disiplin, mandiri, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta mampu bekerja dalam semangat gotong royong.

“Gerakan Pramuka memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan kader generasi muda untuk memiliki karakter yang kuat, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air,” ujarnya.

Supriyanto juga menyoroti tantangan yang muncul dari perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Kemajuan teknologi, menurut dia, seharusnya menjadi instrumen untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan produktivitas, bukan justru membuat generasi muda kehilangan pijakan terhadap nilai Pancasila, persatuan, gotong royong dan kecintaan kepada bangsa.

Karena itu, ia meminta anggota Pramuka OKI menjadi generasi yang mampu menghargai jasa para pahlawan dengan cara yang relevan dengan zamannya.

“Tunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah generasi yang tangguh, berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” katanya.

Pramuka Diajak Peduli Karhutla

Pesan Supriyanto tidak hanya menyentuh persoalan karakter dan kepemimpinan. Kondisi kemarau dan cuaca kering di OKI juga menjadi perhatian. Ia mengajak seluruh anggota Pramuka ikut mengambil bagian dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut dia, persoalan karhutla bukan semata tanggung jawab pemerintah dan aparat. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah bencana yang berulang setiap musim kemarau.

“Kondisi saat ini cuaca kering kemarau. Ini menjadi atensi pemerintah pusat. Kita harus sama-sama peduli dengan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Supriyanto meminta jajaran pembina, pelatih, serta anggota Pramuka menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengabdian. Semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai utama kepramukaan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Kepada Kakak-kakak dan anak-anakku semuanya, mari kita bersama-sama, bahu-membahu, satukan tekad untuk kita kontribusikan kepada Kabupaten Ogan Komering Ilir di setiap sendi kehidupan,” katanya.

Ia optimistis proses pendidikan kepramukaan yang dilakukan para pelatih dan pembina akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan OKI.

Nilai disiplin, karakter, kebersamaan dan tanggung jawab yang ditanamkan sejak dini dinilai akan menentukan kualitas sumber daya manusia daerah pada masa mendatang.

“Saya yakin dengan proses yang diberikan kepada pelatih pembina, nilai-nilai Pramuka tertanam dan terpancang pada diri setiap insan Pramuka. Kami tentunya berharap pada masa-masa yang akan datang akan lahir para pemimpin yang mempunyai karakter, disiplin, kebersamaan untuk membawa Kabupaten OKI ini jauh lebih maju,” tutur Supriyanto.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Apa yang dilakukan terhadap generasi muda hari ini merupakan investasi untuk masa depan daerah.

“Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Pada masa anak-anakku semuanya nanti, sumber daya manusia kita harus sudah mumpuni. Hari ini tentu menjadi pondasi untuk jauh pada masa yang akan datang,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Supriyanto mengajak seluruh anggota Pramuka memperkuat persatuan dan memperluas pengabdian. Bagi dia, usia ke-65 harus menjadi titik untuk mempertegas relevansi Pramuka dalam menjawab persoalan daerah, bukan sekadar menghitung perjalanan organisasi.

“Mari kita rapatkan barisan, kobarkan semangat persatuan, mantapkan pengabdian, dan terus berkarya untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 dan Hari Pramuka ke-65. Mari terus melaju untuk Indonesia maju.

Artini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *