Berita  

Hilirisasi Pala Fakfak: Polinef Kembangkan Lotion Anti-Malaria dari Minyak Atsiri Bernilai Ekonomi Tinggi

Aktivitas penelitian di laboratorium Politeknik Negeri Fakfak dalam mengolah minyak atsiri pala menjadi lotion anti-malaria, sebagai bentuk nyata hilirisasi komoditas unggulan daerah dan menghadirkan inovasi kesehatan dari hasil bumi Kabupaten Fakfak, Papua Barat. (FOTO: ISTIMEWA/IMRAN ALWI. FUAD)

Reporter: Imran Alwi Fuad

FAKFAK, PAPUA BARAT, PUKANEWS.COM Pala yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekayaan hayati khas Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kini mulai memasuki babak baru. Tidak sekadar menjadi rempah tradisional, pala Fakfak didorong naik kelas melalui proses hilirisasi menjadi produk kesehatan bernilai ekonomi tinggi.

Melihat potensi besar tersebut, Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) mengembangkan inovasi berupa *lotion berbahan dasar minyak atsiri pala* yang berfungsi sebagai repelan alami anti-nyamuk penyebab malaria.

Dosen Program Studi Agroindustri Polinef, Dessy Eka Kuliahsari, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan hasil penelitian terapan yang melibatkan tim dosen dan mahasiswa. Proses ekstraksi minyak atsiri tersebut dilakukan dengan metode distilasi uap, sehingga menghasilkan minyak berkualitas tinggi.

“Dari hasil pengujian, minyak atsiri pala mengandung senyawa volatil yang efektif sebagai repelan alami. Senyawa itu kemudian kami formulasi menjadi lotion yang aman, lembut di kulit, dan berpotensi membantu mencegah gigitan nyamuk penyebab malaria,” ujar Dessy ketika diwawancarai awak media pukanews.com di Fakfak, Selasa (2/12/2025).

Lebih jauh, Dessy menyebut pengembangan produk ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani pala di Fakfak. Meningkatnya kebutuhan minyak atsiri berpotensi mendongkrak nilai jual pala di tingkat petani.

“Unit penyulingan skala kecil di kampung-kampung juga bisa tumbuh sebagai usaha baru. Produk ini sangat mungkin diproduksi melalui skema UMKM dengan model bisnis sederhana yang sudah kami rancang,” ungkapnya.

Dengan bahan baku lokal yang melimpah dan teknologi yang relatif terjangkau, lotion berbasis pala ini menjadi bukti bahwa hilirisasi komoditas unggulan daerah dapat dimulai dari perguruan tinggi, tanpa harus menunggu kehadiran industri besar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *